Suka Duka Jadi Jasa Terjemahan Bahasa Jepang Freelance

Jasa terjemahan bahasa Jepang menjadi salah satu profesi yang bisa dijadikan sebagai pekerjaan freelance. Tak sedikit para mahasiswa lulusan bahasa atau sastra Jepang yang memilih untuk bekerja freelance sebelum mendapatkan pekerjaan tetap. Yang dimaksud pekerjaan freelance yaitu mereka tidak bekerja atas nama institusi tertentu atau harus ngantor setiap hari. Sehingga biasanya mereka hanya dibayar untuk per job yang diselesaikan, bukan sistem gaji pokok. Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi penerjemah bahasa Jepang freelance, mungkin suka dukanya berikut ini bisa jadi pertimbangan:

Suka Duka Jadi Jasa Terjemahan Bahasa Jepang Freelance

Sukanya Jadi Penerjemah Bahasa Jepang Freelance

Terlebih dahulu mungkin di sini kami akan memberikan gambaran sukanya memiliki profesi sebagai penerjemah bahasa asing secara freelance, diantaranya:

  • Bisa kerja di rumah

Memiliki profesi sebagai freelance termasuk menjadi penerjemah bahasa Jepang, sudah pasti Anda bisa bekerja dari rumah. Tidak terikat dengan jam kerja dan tidak harus absen masuk maupun pulang kerja. Semua projek bisa dikerjakan dari rumah. Tentu hal ini memiliki kelebihan tersendiri karena anda tidak kemana-mana untuk menghasilkan uang.

  • Bayaran lumayan tinggi

Menjadi penerjemah bahasa Jepang tidak seperti penerjemah bahasa asing yang mainstream seperti bahasa Inggris. Sekali Anda mendapatkan job untuk menterjemahkan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia ataupun sebaliknya maka bayarannya biasanya cukup tinggi. Tak jarang juga kebaikan yang bersedia membayar dengan biaya tinggi asalkan pengerjaan terjemahannya cepat.

  • Belum banyak pesaing

Meskipun profesi penerjemah bahasa asing saat ini cukup tinggi, nama untuk bahasa Jepang sepertinya tingkat kompetitornya masih rendah dibanding bahasa Inggris atau Mandarin. Sehingga bagi lulusan sastra atau bahasa Jepang tidak perlu khawatir terhadap masa depan kalian.

Baca juga : Sepenggal Kisah Nabi Nuh A.S

Dukanya Jadi Penerjemah Bahasa Jepang Freelance

Meskipun menjadi penerjemah bahasa Jepang memiliki banyak keuntungan, namun ternyata profesi isi ini masih memiliki beberapa duka yang dirasakan oleh orang-orang yang sudah lama menjadi freelancer penerjemah bahasa Jepang, diantaranya:

  • Deadline pekerjaan

Seringkali para freelancer harus bekerja dengan deadline pekerjaan yang singkat. Sehingga untuk menjadi freelancer sebagai penerjemah bahasa asing, maka harus pandai dalam negosiasi deadline pekerjaan. Pastikan harga yang dibayarkan oleh klien sudah sebanding dengan deadline yang diinginkan.

  • Over job

Tak jarang para freelancer penerjemah bahasa Jepang mengaku sering banyak beban karena pekerjaan yang menumpuk. Biasanya freelancer yang seperti ini karena terlalu banyak mengambil job tanpa mempertimbangkan kemampuannya sendiri hanya demi mempertahankan client. Padahal profesi ini meskipun dikerjakan secara freelance, Anda harus memiliki standar dalam mengerjakan job.

Nah itulah beberapa poin suka duka menjadi jasa terjemahan bahasa Jepang. Bagaimana menurut anda? Bagi Anda lulus sastra atau bahasa Jepang, mungkin bisa menperimbangkan sebagai translator freelance.qq