Tips Menabung dan Mengatur Keuangan dalam Agama Islam Agar Hidup Berkah

Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat Islam.  Tidak terkecuali saat mengatur keuangan, karena dalam Al-quran dan hadis sendiri sudah dijelaskan bagaimana cara seseorang mengelola keuangannya dengan baik dan benar. Adapun maksud dari ajaran ini adalah supaya kaum muslim melakukan perhitungan yang tepat, jauh dari kerugian sehingga hidupnya jadi sejahtera. Nah, untuk itu kami akan membagikan tips menabung dan mengatur keuangan dalam agama Islam supaya hidup berkah. Silahkan simak ulasan berikut ini.

Konsep Uang dalam Islam

Kehidupan sehari-hari seorang muslim banyak dipengaruhi oleh aturan-aturan hukum syariah, termasuk dalam hal keuangan. Sebagai muslim yang taat, tentu kita akan mengikuti aturan yang telah diatur dalam Al-quran dan hadits, yakni menjauhi haram dan bertindak dengan cara yang halal.  

Dalam Al-quran sendiri ada banyak ayat yang menjelaskan tentang haram dan halal, seperti pada ayat 188 surah Al-Baqarah yang menyatakan bahwa seorang muslim diharamkan memakan harta ataupun memberikan harta dengan cara tidak adil, curang, atau dengan cara yang tidak halal, sebab ini adalah perbuatan dosa yang sudah diketahui melanggar hukum.

Konsep uang dalam Islam tidak mempunyai nilai intrinsik, jadi hanya punya nilai tapi tidak mempunyai harga. Uang hanya dijadikan sebagai unit pengukuran atau alat pertukaran yang belum termasuk aset. Sehingga, uang harus menjadi sesuatu yang bermanfaat, dan tidak dapat digunakan untuk menghasilkan lebih banyak uang. Jadi kalau Anda ingin berinvestasi untuk menghasilkan keuntungan, sebaiknya dilakukan dalam bentuk aset.

Cara Menabung dan Mengatur Keuangan dalam Islam

Dalam hal keuangan, tentu setiap orang harus lebih bijak lagi mengaturnya. Untuk itu, coba terapkan beberapa tips berikut ini tentang cara menabung dan mengatur keuangan dalam Islam supaya hidup semakin berkah.

  1.     Formula 1-1-1

Dalam mengatur keuangan sesuai ajaran Islam, Anda dapat menggunakan formula 1-1-1. Formula ini diajarkan oleh Salman Al-Farisi yang merupakan sahabat nabi. Semasa hidupnya, beliau selalu mengatur keuangan dengan formula 1-1-1, dimana 1 dirham digunakan sebagai modal uang untuk membuat anyaman, kemudian anyaman tersebut dijual dengan harga 3 dirham. Setelah mendapat keuntungan, beliau akan membaginya menjadi  1 dirham untuk sedekah, 1 dirham untuk keperluan keluarga, dan 1 dirham sisanya sebagai modal usaha.  

  1.     Mengurangi Utang

Seorang muslim diperbolehkan untuk meminjam uang di bank, baik syariah maupun konvensional dan ini sudah diatur dalam agama Islam. Uang pinjaman juga boleh dipinjam dari orang muslim maupun non muslim. Supaya tidak lupa ataupun merugikan salah satu pihak, kita dianjurkan untuk membuat perjanjian pinjaman dan mencatat jumlahnya dengan disaksikan oleh orang lain.

Anjuran ini seperti yang tertuang dalam ayat 282 surah Al-baqarah yang menyatakan bahwa orang-orang beriman harus menuliskan segala transaksi keuangan n atau perjanjian antar sesama manusia meskipun tidak secara tunai supaya ingat. Perjanjian yang ditulis harus adil dan sesuai syariat agama Islam. Orang yang berhutang harus mengamalkan apa yang ia tulis, dan tidak boleh sengaja mengurangi utang yang ia tuliskan.  

Tidak dipungkiri bahwa banyak orang mengalami masalah keuangan, dan mereka dapat selamat dengan cara meminjam uang. Walaupun demikian, Islam menganjurkan umat muslim untuk hanya meminjam atau berhutang saat keadaan darurat atau mendesak saja. Jadi, bukan berhutang dengan tujuan memenuhi keinginan.

Apabila saat ini Anda masih punya pinjaman di bank ataupun pada teman, maka wajib hukumnya dilunasi. Karena dalam agama Islam, seseorang yang masih memiliki hutang dan kemudian meninggal, maka hutang tersebut wajib dilunasi oleh ahli warisnya.  

  1.     Menabung

Menabung memberikan banyak manfaat dalam hidup seseorang di masa mendatang. Meskipun awalnya cukup sulit bagi Anda untuk menyisihkan sebagian pendapatan ke tabungan, namun yakinlah bahwa manfaatnya akan terasa ketika sudah terkumpul banyak. Memang Anda akan merasakan pendapatan menjadi berkurang, tapi itu kan dialokasikan ke dana cadangan yang bisa digunakan kapan saja. Mulai dari sekarang, belajarlah untuk menabung sedikit demi sedikit. Tidak harus langsung dalam jumlah besar, bisa dari 10 ribu rupiah perhari ataupun sesuai kemampuan Anda.

  1.     Sisihkan Uang untuk Modal

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mencari nafkah dengan cara berdagang atau berusaha. Maka dari itu, Anda harus menyisihkan uang untuk modal usaha, jadi tidak hanya dihabiskan untuk membeli kebutuhan konsumtif. Untuk mendapatkan modal kembali, Anda bisa menggunakan pendapatan yang diperoleh dari berdagang. Atau Anda juga bisa menggunakan uang tersebut sebagai modal investasi.

  1.     Bersedekah, Infaq, Zakat

Salah satu rukun Islam mewajibkan umat muslim untuk berzakat. Zakat dilakukan dengan tujuan menyucikan jiwa dan harta benda, karena 2,5% dari harta benda yang diperoleh itu adalah hak fakir miskin. Selain zakat, Anda juga bisa menunaikan infaq dan sedekah yang sifatnya sunnah. Dengan mengamalkan hal ini, tentu Anda bisa membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Demikian tips menabung dan mengatur keuangan dalam agama Islam. Lakukan jika Anda ingin hidup lebih berkah.